Pekanbaru, Detak Indonesia--Menanggapi pemberitaan media di Pekanbaru yang menyudutkan PT Godang Tua Jaya dituding wan prestasi dan blacklist dalam pekerjaan pengangkutan dan pengelolaan sampah, Direktur PT Godang Tua Jaya Douglas Manurung akhirnya memberikan penjelasan dan meluruskan berita miring tersebut.
Dalam jumpa pers dengan wartawan di Pekanbaru Kamis (18/4/2018), menurut Douglas Menurung bahwa PT Godang Tua Jaya Jakarta Ikut lelang pengelolaan sampah Kota Pekanbaru 2018 bahwa sebelumnya perusahaan ini sudah punya pengalaman pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Jakarta dari 2007 sampai 2014 dengan nomor Surat Keterangan Nomor 2275/1.799.21 berdasarkan penilaian ini semua kontrak telah dilaksanakan oleh PT Godang Tua Jaya dengan kinerja baik.
Dan masalah pengakhiran kerjasama pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang 19 Juli 2016, tidak ada hubungannya dengan pengangkutan sampah.
Pengelolaan TPST Bantargebang adalah Joint Operation antara PT Gondang Tua Jaya dan PT Navigat Organic Energy Indonesia, pengakhiran kerjasama pengelolaan TPSP Bantargebang bukan karena PT Godang Tua Jaya wanprestasi, tetapi karena PT Navigat Organic Energy Indonesia tidak membangun fasilitas Galfad sehingga hal ini berimbas kepada PT Godang Tua Jaya.
Pengumuman lelang 13 April 2018 lalu di Pemko Pekanbaru muncul sanggahan oleh peserta lain kemudian muncul berita-berita di koran wan prestasi, pernah di blacklist.
"Perusahaan kami tak pernah di blacklist di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Pemerintah (LKPP) dan juga tak masuk daftar hitam. Disebutkan wan prestasi dalam pengangkutan dan pengelolaan sampah ini kami bantah perusahaan PT Godang Tua Jaya tak pernah wan prestasi. Kami punya pengalaman. Jadi jangan dibuat berita tak benar, itu pencemaran nama baik," kata Douglas Manurung Direktur PT Godang Tua Jaya di Pekanbaru Kamis (18/4/2018).
Menanggapi pertanyaan wartawan kenapa penawaran lelang di Pemko Pekanbaru lebih murah karena menurut Douglas sudah dianalisa. Perusahaan ada deposit Rp5 miliar. Sehingga saat kerja nanti tidak ada alasan tak ada uang untuk gaji karyawan seperti ada perusahaan di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Menurut Douglas, sampah Pekanbaru ada sebanyak 800 ton per hari, sedangkan sampah Jakarta Jakarta 7.000 ton per hari.
"Jadi kami sudah pengalaman di Kota Besar Jakarta," tambah Douglas.
Pengangkutan sampah Kota Pekanbaru Zona 1 dikelola oleh PT Godang Tua Jaya. Zona 2 dikelola PT Samhana. Zona 1 sampahnya 339 ton. Nilai kontrak Rp78,2 M untuk tiga tahun armada sudah siap. Armada juga akan memberdayakan pengusaha lokal Pekanbaru termasuk rekrut naker lokal. Karyawan sekitar 62 orang akan dialihkan ke PT Godang Tua Jaya. Jadi tak ada yang diberhentikan.
Armada truk sampah ratusan, alat berat ratusan juga sudah disiapkan PT Godang Tua Jaya.(azf)